Pemerintah Desa Cintakarya bersama Mahasiswa KKN 108 Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran hewan serta pengenalan alat penebar pupuk pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemandirian pupuk dan efisiensi pertanian di wilayah Desa Cintakarya.
Acara yang berlangsung ini berkolaborasi langsung dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Parigi dan mengundang seluruh perwakilan Kelompok Tani Ternak (KTT) yang ada di Desa Cintakarya.

Inti dari kegiatan ini adalah edukasi mengenai pemanfaatan limbah kotoran hewan (kohe) menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi. Melalui bimbingan teknis dari penyuluh BPP Parigi dan mahasiswa KKN 108 UNS, para peternak diajarkan cara fermentasi yang efektif agar limbah tidak lagi mencemari lingkungan, melainkan menjadi aset bernilai ekonomi bagi pertanian.
Selain pembuatan pupuk, mahasiswa KKN 108 UNS juga mendemonstrasikan alat penebar pupuk hasil rancangan tim. Alat ini diperkenalkan untuk mempermudah pekerjaan petani dalam mendistribusikan pupuk ke lahan secara lebih merata dan hemat waktu dibandingkan metode manual.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Desa Cintakarya berharap adanya perubahan pola pikir para peternak dalam mengelola limbah yang ada. Sinergi antara keahlian akademis mahasiswa UNS dan pendampingan teknis dari BPP Parigi menjadi langkah nyata untuk mewujudkan kemandirian sektor pertanian di Desa Cintakarya. Dengan menggunakan alternatif pupuk organik dan bantuan mekanisasi alat penebar pupuk sederhana, produktivitas lahan diharapkan terus meningkat secara berkelanjutan.