
Tim KKN 130 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggulirkan program Wakaf Al-Qur’an di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, dengan menyalurkan puluhan mushaf ke enam tempat ibadah dan lembaga keagamaan sekaligus, yaitu DKM Baiturrohman, TPQ Miftahul Khoer, DKL Al-Hadi, DKL Riyadhul Athfal, DKL Al-Gofur, dan DKL Al-Ikhsan. Program dengan slogan “Satu Al-Qur’an, Berjuta Kebaikan”. Hal ini digagas sebagai bagian dari kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjawab keterbatasan jumlah mushaf yang layak baca di sejumlah masjid, mushola, dan taman pendidikan Al-Qur’an setempat.
Program wakaf Al-Qur’an ini berawal dari kepedulian Tim KKN 130 setelah melakukan pemetaan dan silaturahmi ke sejumlah masjid, mushola, dan TPQ di Desa Cintakarya pada pekan-pekan awal pengabdian 18/8/2026. Dari berbagai kunjungan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa beberapa mushaf yang digunakan jamaah dan santri sudah dalam kondisi lusuh dan ketersediaannya juga belum sepenuhnya mencukupi, khususnya ketika kegiatan mengaji bersama dan peringatan hari besar Islam berlangsung.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN 130 kemudian berinisiatif menghadirkan program wakaf Al-Qur’an sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sarana keagamaan masyarakat. Pengadaan mushaf dilakukan melalui dukungan dan partisipasi keluarga mahasiswa, yang kemudian dihimpun dan disalurkan secara bertahap. Mushaf-mushaf tersebut selanjutnya diserahkan secara langsung kepada enam tempat penerima di Desa Cintakarya, dengan harapan dapat terus dimanfaatkan oleh para santri, jamaah, dan masyarakat dalam kegiatan membaca serta mempelajari Al-Qur’an.

Ketua Kelompok KKN 130 Desa Cintakarya, Hendi Priyanto, menjelaskan bahwa program wakaf Al-Qur’an ini dipilih karena manfaatnya yang berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dalam beribadah. “Kegiatan wakaf Al-Qur’an ini sangatlah bermanfaat karena hasil dari observasi kami ada beberapa DKM/DKL bahkan TPQ belum lengkap terkait Al-Qur’an, hal ini bermanfaat dan akan berkelanjutan karena bisa membantu menghidupkan kembali masjid/mushola yang sudah mulai ditinggalkan dan TPQ mulai ramai lagi yang Mengaji”. Penyerahan wakaf Al-Qur’an dilakukan secara simbolis kepada pengurus di masing-masing lokasi, yakni DKM Baiturrohman, TPQ Miftahul Khoer, DKL Al-Hadi, DKL Riyadhul Athfal, DKL Al-Gofur, dan DKL Al-Ikhsan. Pada setiap lokasi, mahasiswa KKN 130 turut berbincang dengan pengurus dan jamaah setempat mengenai kondisi mushaf yang selama ini digunakan, sekaligus menyampaikan harapan agar Al-Qur’an wakaf tersebut dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan mengaji harian, tadarus, maupun peringatan hari besar Islam.
Ustadz Salman selaku penerima wakaf Al- Qur’an, menyambut hangat kehadiran mahasiswa dan menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. “Saya sangat merasa terbantu dan berterima kasih kepada kakak-kakak KKN karena sudah memberikan pembelajaran yang terlihat membawa perubahan pada anak-anak, dan pesan saya jangan patah semangat dalam dakwah, karena dengan niat lillahi ta’ala dan husnudzon kepada Allah, insyaAllah setiap lelah, pengorbanan, dan rintangan akan ada hikmah dan balasannya.,” tutur beliau.
Apresiasi juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 130 UIN Saizu, Muchammad Thoif Chasani. Beliau menilai program Wakaf Al-Qur’an sejalan dengan semangat KKN Saizu Berdampak yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. “Sebar wakaf Al-Qur’an itu penting sekali, karena semuanya dimulai dari adanya Al-Qur’an dulu, sehingga masyarakat bisa lebih semangat membaca dan mempelajarinya, sekaligus menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir” tutur beliau.
Melalui program ini, enam lokasi penerima mendapatkan tambahan mushaf yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan mengaji dan ibadah sehari-hari. Bagi Tim KKN 130, program ini menjadi langkah sederhana untuk menebarkan kebermanfaatan selama berada di Desa Cintakarya. Karena pada akhirnya, satu Al-Qur’an mungkin terlihat sederhana, tetapi dari satu mushaf dapat lahir berjuta kebaikan.Melalui program Wakaf Al-Qur’an ini, Tim KKN 130 UIN Saizu berharap cahaya Qur’ani terus menyala di Desa Cintakarya, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga jauh setelah mahasiswa kembali ke kampus. Sinergi antara mahasiswa, pengurus DKM dan DKL, serta masyarakat diharapkan dapat terus dijaga agar semangat berbagi Al-Qur’an ini menjadi kebiasaan baik yang berkelanjutan, sehingga satu mushaf yang diwakafkan hari ini benar-benar dapat menumbuhkan berjuta kebaikan di kemudian hari.