Beranda Warta Desa Cegah Kecelakaan Malam, KKN 130 UIN SAIZU Pasang Patok Reflektor Di 7...

Cegah Kecelakaan Malam, KKN 130 UIN SAIZU Pasang Patok Reflektor Di 7 Titik Rawan, Dusun Karangkamulyan, Desa Cintakarya

10
0

Tim KKN 130 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memasang patok penanda batas jalan yang disebut Pemantul Cahaya (Reflektor) di 7 tempat titik rawan kecelakaan di Dusun Karangkamulyan, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan yang berlangsung dua hari, Kamis hingga Jumat, 13-14 Agustus 2026, ini merupakan bagian dari program KKN Saizu Berdampak dengan fokus Ketahanan Lingkungan dan Keselamatan Warga. Inovasi patok reflektor ini digagas untuk menjawab keluhan warga terkait tingginya risiko kecelakaan di sejumlah tikungan tajam yang minim penerangan pada malam hari.

Program ini bermula dari cerita Pak RW Marlan, selaku Ketua RW Dusun Karangkamulyan , yang menyampaikan bahwa kecelakaan kerap terjadi di sejumlah titik tikungan curam kawasan tersebut. Berbekal informasi itu, Tim KKN 130 UIN Saizu melakukan survei langsung ke lapangan dan menemukan 7 titik yang tergolong rawan, baik berupa tikungan tajam maupun jalur yang minim penerangan di malam hari. Dari temuan tersebut, mahasiswa KKN 130 UIN Saizu menggagas pembuatan patok penanda batas dari pipa paralon yang ditempeli stiker pemantul cahaya (Reflektor). Proses pemasangan dilakukan bertahap selama dua hari, yaitu 3 titik pada Kamis, 13 Agustus 2026, dan 4 titik pada Jumat, 14 Agustus 2026, hingga seluruh 7 tempat titik rawan berhasil terpasang patok reflektor.

Ketua Kelompok KKN 130 Desa Cintakarya, Hendi Priyanto, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian nyata mahasiswa terhadap keselamatan warga setempat. “Berdasarkan hasil pemetaan dan asesmen lapangan bersama tokoh masyarakat, jalur di Dusun Karangkamulyan ini memang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat malam hari karena minimnya penerangan. Melalui pemasangan patok paralon berreflektor ini, kami berharap para pengendara dapat melihat batas jalan dan tikungan tajam secara lebih jelas dari kejauhan sehingga meminimalisir risiko kecelakaan,” ujarnya.

Langkah tanggap dan solutif mahasiswa ini mendapat apresiasi dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 130 UIN, Muchammad Thoif Chasani. Ia menegaskan bahwa program kerja ini merupakan wujud nyata implementasi KKN Saizu Berdampak yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. “Inovasi ini sederhana, hemat biaya, namun memiliki daya manfaat yang sangat besar untuk keselamatan publik. Kolaborasi aktif antara mahasiswa dan pengurus RT/RW dalam memetakan serta mengeksekusi solusi di lapangan adalah bentuk pengabdian masyarakat yang sangat kami dorong,” ungkap Muchammad Thoif Chasani.

Rasa syukur turut disampaikan Pak RW Marlan mewakili warga Dusun Karangkamulyan. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Patok Pemantul Cahaya (Reflektor) yang membuat titik-titik tikungan curam yang selama ini rawan kini jauh lebih aman dilewati saat malam hari. “Kami warga Dusun Karangkamulyan sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Titik-titik tikungan curam yang selama ini rawan memicu kecelakaan kini jauh lebih aman dilewati saat malam hari berkat adanya stiker pemantul cahaya ini. Inisiatif dari adik-adik mahasiswa KKN ini betul-betul menjawab kekhawatiran warga kami,” tutur Pak Marlan.

Dari sisi teknis, inovasi ini memanfaatkan bahan yang sederhana dan mudah didapat, yaitu pipa paralon yang ditempeli stiker pemantul cahaya berreflektor. Ketika terkena sorotan lampu kendaraan pada malam hari, permukaan reflektor pada patok akan memantulkan cahaya sehingga batas jalan dan tikungan tajam terlihat jelas dari kejauhan. Pemilihan bahan paralon dipilih karena biayanya terjangkau, ringan untuk dipasang, namun cukup kuat untuk ditempatkan di pinggir jalan desa. Hasil awal yang dicapai antara lain seluruh 7 titik rawan di Dusun Karangkamulyan kini sudah terpasang patok reflektor, visibilitas jalur tikungan pada malam hari meningkat, dan warga setempat melaporkan rasa aman yang lebih baik saat melintas di kawasan tersebut.

Melalui program pemasangan patok penanda batas jalan berreflektor ini, Tim KKN 130 UIN Saizu berharap fasilitas yang sudah terpasang dapat dirawat bersama oleh warga dan pengurus RT/RW setempat demi keselamatan jangka panjang. Kolaborasi antara mahasiswa, tokoh masyarakat, dan warga Dusun Karangkamulyan diharapkan terus berlanjut, sehingga solusi sederhana namun berdampak seperti ini bisa direplikasi di titik-titik rawan lain yang mungkin belum tertangani.

Pasang

LEAVE A REPLY

Silahkan berikan komentar!
Silahkan masukan nama anda di sini