Beranda Warta Desa Cegah Anemia Sejak Dini, KKN UNS 206 Edukasi Gizi Perempuan dan Olahan...

Cegah Anemia Sejak Dini, KKN UNS 206 Edukasi Gizi Perempuan dan Olahan Pangan Lokal bisa Bermula dari Rumah di Desa Cintakarya

19
0

Cintakarya, Pangandaran – Mahasiswa KKN Mitra UNS Kelompok 206 Desa Cintakarya melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pemenuhan gizi perempuan sejak remaja, optimalisasi gizi ibu hamil, serta food safety dan inovasi olahan pangan lokal. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu kader dan PKK Desa Cintakarya sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pengembangan dari program awal yang berfokus pada pengolahan pangan lokal. Melihat pentingnya pencegahan anemia yang sejak usia remaja hingga masa kehamilan, mahasiswa KKN UNS 206 mengembangkan kegiatan tersebut menjadi edukasi yang mencakup pemenuhan gizi perempuan pada berbagai tahapan kehidupan.

Dalam kegiatan ini, para ibu Kader mendapatkan edukasi dari narasumber Puskesmas Selasari mengenai pentingnya pemenuhan gizi perempuan sejak remaja serta kebutuhan gizi pada masa kehamilan. Materi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pola makan bergizi, kebutuhan zat gizi, serta pentingnya menjaga kesehatan ibu sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang sehat dan bebas anemia. 

Selain materi dari Puskesmas Selasari, kegiatan juga menghadirkan Eunike Putri (dipanggil akrab Ike), mahasiswa KKN UNS Kelompok 206, yang memberikan materi mengenai inovasi pengolahan pangan lokal. Peserta diajak untuk memahami bahwa bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, aman, dan tetap terjangkau bagi keluarga.

Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demo masak. Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu kader dan PKK diperkenalkan pada berbagai alternatif olahan makanan yang dapat mendukung kebutuhan gizi anak pada masa tumbuh kembang. Bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dan terjangkau dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pengolahan makanan.

Demo masak tersebut menjadi bagian interaktif dalam kegiatan karena peserta dapat melihat secara langsung proses pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan, kebersihan dan keamanan pangan, hingga penyajian makanan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan gizi. Peserta juga dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi menu keluarga yang lebih beragam.

Melalui kegiatan ini, KKN UNS 206 berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada keluarga maupun masyarakat di sekitar Desa Cintakarya. Peran ibu dan kader menjadi penting karena mereka memiliki posisi strategis dalam membantu meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pola makan sehat dan pemenuhan gizi.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memunculkan berbagai ide baru bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu di Desa Cintakarya, dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan yang bergizi, aman, kreatif, dan terjangkau. Dengan meningkatnya pengetahuan mengenai gizi sejak remaja, masa kehamilan, hingga tumbuh kembang anak, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting dan membangun generasi Desa Cintakarya yang lebih sehat.

Pasang

LEAVE A REPLY

Silahkan berikan komentar!
Silahkan masukan nama anda di sini