Beranda Warta Desa Mang Karsum Petani Cabe Gigih Asal Desa Cintakarya

Mang Karsum Petani Cabe Gigih Asal Desa Cintakarya

197
0
Mang Karsum di Kebun Cabe Miliknya

Seperti kita ketahui cabe merupakan salah satu bumbu wajib slain bawang merah dan bawang putih, yang biasanya harganya ikut terkerek saat harga bahan pokok lainnya naik.

Impor bawang dan bumbu dapur lainnya menjadi jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan pasar. Efeknya terasa memang tetapi biasanya tidak berlangsung lama, dan kelangkaan bahan pokok kembali terjadi saat keran impor di tutup yang mengakibatkan harga-harga kembali naik.

Ternyata tidak demikian bagi Karsum salah satu petani cabe asal Desa Cintakarya, yang bertempat tinggal di Dusun Sidahurip RT. 002 RW.005 ini yang memiliki pendapat sebaliknya.

“Masyarakat jangan tergantung dengan produk impor apalagi soal kebutuhan bahan pokok, untuk kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dapur misalnya, bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk di jadikan dapur hidup. Selain sehat tentunya akan menekan biaya pengeluaran, tinggal kemauan dari diri kita saja” Katanya.

Bukan jalan mudah bagi mang Karsum untuk memulai menjadi petani cabe, berbagai halangan dan rintangan sudah di temui sejak awal bertani cabe, seperti cuaca ekstrim , dan hama penyakit yang menyerang tanaman cabenya.

Namun semakin sulit rintangan yang di hadapinya, membuat mang Karsum semakin yankin dengan tekad awalnya untuk menjadi petani cabe yang sukses. Dia belajar kesana kemari, menemui dan berdiskusi dengan banyak orang.

Akhirnya perjuangan mang Karsum berbuah manis, kini kebun cabe nya sudah memasuki masa panen, paling tidak harapanyya meskipun belum untung paling tidak bisa balik modal terlebih dahulu.

Ini semua adalah jalan panjang yang dilalui mang Karsum melalui cara belajar, observasi, penelitian, mengevaluasi kemudian memperbaharui perlakuan kepada tanaman cabe nya.

Mang Karsum secara langsung mengundang bagi siapa saja baik Petani, Pemerintah, masyarakat umum, komunitas, maupun pegiat pertanian untuk bersama berbagi ide dan gagasan untuk memaksimalkan hasil panen cabe kedepannya.

“Saya sangat senang sekali apabila ada yang mau datang membantu, apalagi kalau datang ke kebun cabai saya sekedar memastikan perlakuan yang tepat untuk tanaman cabe saya” tuturnya.

Pasang

LEAVE A REPLY

Silahkan berikan komentar!
Silahkan masukan nama anda di sini